Sejarah Bulu Tangkis

Sejarah Bulu Tangkis

Siapa yang tidak mengenal olahraga bulu tangkis atau badminton? Olahraga ini termasuk salah satu cabang andalan untuk menorehkan banyak prestasi, termasuk mencatatkan sejarah bulu tangkis Indonesia dengan meraih medali emas pada gelaran Olimpiade tahun 1992.

Berkat torehan prestasi tersebut, kini Indonesia termasuk negara papan atas dunia dalam olahraga Bulu Tangkis.

Namun dari mana olahraga ini berasal? Siapa Penemu olahraga bulu tangkis ini? Dan, kapan pertama kali olahraga ini ada di Indonesia? Berikut ini olahraganesia akan ulas secara lengkap tentang sejarah bulu tangkis.

Pengertian Bulu Tangkis

Pengertian Bulu Tangkis

Bulu tangkis merupakan olahraga yang bisa dimainkan dengan dua orang (Tunggal) atau pasangan (Ganda) yang saling mengalahkan. Olahraga bulu tangkis hampir mirip seperti olahraga tenis, perbedaannya jika bulu tangkis menggunkan kok kalau tenis menggunakan bola kecil.

Secara harifah bulu tangkis berasal dari dua kata, bulu dan tangkis. Kata bulu diambil dari bentuk kok (shuttlecock) yang terbuat dari bulu angsa. Untuk kata “tangkis” diambil dari kata menangkis. Jadi inti dari permainan ini yaitu menangkis pergerakan dari kok tersebut.

Asal Mula Permainan Bulu Tangkis

Asal Mula Permainan Bulu Tangkis

Ada tiga pendapat tentang asal mula permainan bulu tangkis.

  • Pendapat pertama berasal dari Mesir Kuno. Konon katanya olahraga ini sudah berada di negara tersebut sekitar 2000 tahun.
  • Pendapat pertama mengatakan olahraga bulu tangkis berasal dari negeri Tiongkok, bernama Jianzi.
  • Pendapat ketiga Bulu tangkis mulai mendunia pada abad pertengahan karena perkembanggannya di Inggris.

Sejarah Bulu Tangkis Dunia

Sejarah Bulu Tangkis Dunia

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Bulu tangkis adalah olahraga yang cara permainannya dimainkan dengan menggunakan raket dan shuttlecock dipukul melewati net yang membentang di tengah lapangan.

Lebih dari 2000 tahun yang lalu di negara Inggris, India, Thailand, Yunani, dan China permainan bulu tangkis sudah dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Di negara China, permainan bulu tangkis disebut dengan Jianzi, permainan yang memainkan kok tanpa raket namun menggunakan kaki.Tujuan dari permainan ini agar kok tidak menyentuh ke tanah.

Ketika abad pertengahan di Inggris, ada sebuah ukiran kayu yang gambarnya ada anak-anak sedang menendang-nendang shuttlecock.

Di Inggris sendiri, permainan badminton sudah sering dimainkan. Orang-orang disana mengenal badminton dari istana dikawasan Gloucester-Shire yang bernama Badminton House.

Nama tersebut menjadi saksi dari olahraga bulu tangkis yang mulai berkembang hingga sekarang. Di bangunan tersebut, nama Duke of Beaufort dan keluarga menjadi aktivis olahraga tersebut pada abad ke-17.

Sejak saat itu badminton mulai dikenal di kalangan atas dan mulai menyebar. Pada tahun 1840-1850, keluarga Duke of Beaufort ke-7 sering menjadi penyelenggara permainan badminton.

Karena permaianan itu-itu saja, lama-lama bosan dan kemudian mulai merentangkan sebuah tali di antara pintu dan perapian, bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali tersebut.

Hal itulah awal dari adanya NET, pada akhir 1850-an mulai adanya jenis permainan baru. Olahraga tersebut mulai ada namanya pada tahun 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore a new game” (“Battledore bulu tangkis, sebuah permainan baru”).

Permainan Bulu Tangkis pertama kali dilakukan di lapangan rumput yang dimainkan dengan Raket dan Kok.

Pertama kalinya bulu tangkis ada kejuaraan diciptakan oleh tentara Inggris di Pune, India pada abad ke-19. Saat itu mereka menambahkan jaring dan memiankannya secara bergantian.

Untuk kejuaraan di seluruh Inggris mulai diadakan pada tahun 1899 dengan nama The Open English Championships.

Sejarah Bulu Tangkis Indonesia Singkat

Sejarah Bulu Tangkis Indonesia Singkat

Dalam buku karya Dhedhy Yuliawan “Bulu Tangkis Dasar 2017”, bulu tangkis mulai ada di Indonesia pada saat penjajahan Inggris di Malaysia dan Singapura.

Saat itu masuk di Indonesia wilayah Sumatera pada tahun 1930. Namun, ada juga yang langsung di bawa ke Jakarta. Tepat pada tahun 1933, perkumpulan bulu tangkis sudah mulai ada di Jakarta populer dengan nama “Bataviase Badminton Bond” dan “Bataviase Badminton League”. Mulainya berdiri sendiri-sendiri akhirnya gabung menjadi “Bataviase Badminton Unie”.

Tepat pada tahun 1934, ada kejuaraan di Jawa Barat dan sekitar Pulai Jawa. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, bulu tangkis berkembang karena susana anti barat yang diciptakan negara Jepang.

Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) sendiri mulai dibentuk pada 5 Mei 1951 di kota Bandung. Dan pertemuan tersebut menjadikan kongres pertama PBSI.

Dan saat itu mulai ada kepengurusan tingkat pusat maka kepengurusan di tingkat daerah/provensi akan menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Daerah).

Untuk Pengcab (Pengurus Cabang) yaitu nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya/kabupaten.

Hingga akhir bulan Agustus tahun 1977 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia (kecuali Propinsi Timor-Timur) dan sebanyak 224 Pengcab. Jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2.000 perkumpulan.

Induk Organisasi Bulu Tangkis

Badminton adalah olahraga yang sangat bergengsi di dunia. Tidaklah mengherankan jika beberapa negara memiliki organisasi yang mengembangkan bulu tangkis.

Berikut ini adalah induk organisasi bulu tangkis dunia dan Indonesia:

Organisasi Bulu Tangkis Dunia

Induk Organisasi Bulu Tangkis Dunia

Induk dari Organisasi Bulu Tangkis Dunia sebelum BWF yaitu Internasional Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan mulai membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya.

Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September tahun 2006, ada usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.

Dan saat itu organisasinya semakin berkembang dengan membuat kejuaraan bergengsi. Tak sampai disitu saja, anggota organisasi tersebut mulai bertambah sampai saat ini sudah mempunyai 186 negara sebagai anggotanya.

IBF mempunyai 5 tingkat kepengurusan yang dimulai dari Executive Board, BWF Council, BWF Commissions, BWF Committees, dan Management Team.

Tugas Organisasi BWF

Tugas dari BWF yaitu mengatur dan mengkoordinasi hukum dan peraturan dalam bulu tangkis dunia. Tidak hanya itu, tugas lainnya adalah mensuport pelaksanaan kejuaran dunia seperti Olimpiade Musim panas, Kejuaraan Dunia BWF, Yunior BWF, Piala Thomas, Piala Uber, Piala Sudirman dan kejuaraan-kejuaraan dunia lainnya.

Organisasi Bulu Tangkis Indonesia

Organisasi Bulu Tangkis Indonesia

Tahun 1930-an olahraga bulu tangkis sudah ada di negara Indonesia (ISI) Ikatan Sport Indonesia, yang berjasa menaungi bulu tangkis pada masa itu. Setelah kemerdekaan, bulu tangkis Indonesia semakin berkembang. Dan pada tahun 1947, mulai terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI).

Setelah adanya PORI, organisasi khusus bulu tangkis pun mulai dibentuk, yaitu Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Tim bulu tangkis Indonesia pernah ikut berpartisipasi dalam IBF pada tahun 1953-an dan, pada tahun 1958 Indonesia mulai ikut kejuaraan piala Thomas yang diselanggarakan di Singapura.

Dalam catatan sejarah bulu tangkis Indonesia, pada era 1950-an, negara Amerika, Denmark, Inggris, Malaysia, dan Thailand menjadi tim bulu tangkis terkuat pada masa itu. Ternyata justru Indonesia yang tampil membanggakan dengan penampilan Tan Joe Hook dan Ferry Sonnevile yang membuat Indonesia masuk ke “All Indonesian Final”.

Meskipun pada saat itu, Indonesia merupakan salah satu negara yang berada dalam masa sulit dan tidak ada pendanaan melimpah untuk pembinaan olahraga bulu tangkis.

Tugas Organisasi PBSI

Tugas PBSI sendiri mengatur dan mengawasi mulai dari perkembangan dan perjalanan bulu tangkis Indonesia.

Selain itu PBSI ikut berperan dalam meningkatkan prestasi bulu tangkis Indonesia yaitu dengan mendirikan yayasan untuk atlit dan bekerja sama dengan organisasi bulu tangkis lainnya termasuk induk organisasi BWF dalam mempromosikan bulu tangkis Indonesia untuk ikut serta dalam berbagai kejuaran dunia.

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia

Melihat pencapaian prestasi pada bulu tangkis Indonesia cukuplah banyak, pada masa kejayaannya sendiri pada tahun 1960 hingga 1970-an. Ketika tahun 1961, Indonesia berhasil mengalahkan Thailand pada fase final dan berhasil merebut gelar juara.

Kemudian pada tahun 1964, Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Denmark pada piala Thomas di Tokyo, Jepang.

1. Kemunculan Pemain Legenda Indonesia

Pada tahun itu mulai muncul beberapa pemain yang melegenda. Rudy Hartono salah satunya yang namanya berhasil tercatat di Guinness Book of World Records yang menjadi juara All-England pertama orang Indonesia. selain itu , pemian tim ganda putra Indonesia Tjuntjun dan Johan Wahyudi yang berhasil merebut juara ganda putra 6 kali.

Namun, Indonesia pernah gagal pada gelaran piala Thomas pada saat di Jakarta ketika menjadi tuan rumah pada tahun 1967. Tetapi, Indonesia berhasil membalas kdari kekelahan pada piala Thomas di negeri seberang yakni Kuala Lumpur, Malaysia.

2. Persaingan dengan Bulu Tangkis China

Pada tahun 1980, China mulai menjadi rival terberat, dalam gelaran All England, Liem Swie King mewakili Indonesia hanya mampu menjadi juara pada tahun 1981.

Selanjutnya, dalam gelaran tim Piala Thomas Indonesia hanya mampu memenangkan pertandingan di Piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur.

3. Medali Emas Badminton Pertama Indonesia

Baru ketika tahun 1990 sampai 2000, Indonesia mulai bangkit dengan mencatatkan sejarah baru pada di tahun 1992 pada gelaran Olimpiade di Barcelona. Bulu tangkis Indonesia pertama kali berhasil memenangkan medali emas.

Bulu tangkis menyumbang 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Selain itu, 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu berhasil diraih oleh ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja di Olimpiade Atlanta pada 1996.

4. Juara di Piala Thomas dan Uber

Selain Olimpiade, tim bulutangkis Indonesia juga bersinar di beberapa piala bergengsi lainnya.

Bulu Tangkis Indonesia berhasil memenangkan lima kali berturut-turut gelaran piala Thomas pada tahun 1994 dan 2002. Sementara itu, Ardi Wiranata pada tahun 1991 dan Heryanto Arbi pada tahun 1993 dan 1994, memenangkan gelar sebanyak tiga kali.

Dalam kompetisi Piala Uber, Indonesia berhasil menang dua kali, yaitu pada tahun 1994 dan 1996.

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia di Piala Thomas dan Uber

1. Piala Thomas

  • Juara: 13 kali (1958, 1961*, 1964, 1970, 1973*, 1976, 1979*, 1984, 1994*, 1996, 1998, 2000, 2002)
  • Runner-up: 6 kali (1967*, 1982, 1986*, 1992, 2010, 2016)

2. Piala Uber

  • Juara: 3 kali (1975*, 1994*, 1996)
  • Runner-up: 7 kali (1969, 1972, 1978, 1981, 1986*, 1998, 2008*)

Keterangan: *Tuan rumah

Akhir Kata

Tidak hanya permainannya yang asik untuk dimainkan dan dilihat, sejarahnya pun membuat kita terpesona.

Demikianlah ulasan singkat mengenai sejarah bulu tangkis, semoga dapat membantu kegiatan belajar atau hanya sekedar menambah wawasan untuk anda. Terima Kasih. Salam Olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like